"WHEN ONE DOOR CLOSES, ANOTHER OPENS, BUT WE OFTEN LOOK SO LONG AND SO REGRETFULLY UPON THE CLOSED DOOR THAT WE DO NOT SEE THE ONE THAT HAS OPENED FOR US."

Followers

Hi everyone, welcome to my poetry site...

Sunday, June 6, 2010

Istana Darah Merah

Langit tinggi yang kebiruan
Lantai bumi yang kehijauan
Bertukar kepada kemerahan
Itulah istana darah merah

Halilintar memanah sana-sini
Guruh berkumandang di langit tinggi
Awan hitam berarak meredah maya
Hujan pula jatuh bertaburan
Mengalirnya air hujan di bumi hijau

Halilintar itu adalah "senjata"
Guruh itu adalah "senjata yang besar"
Awan hitam itu adalah "patah harapan"
Hujan itu adalah "peluru"
Aliran hujan itu adalah "darah yang mengalir"

Sampai bila ia akan terus sebegini?
Dimana tangan-tangan penyelamat?
Patutkah mereka (Israel) tinggal di alam musyahadah ini?
Rakyat harus diberi peluang untuk bersuara

 Suara Rakyat

Hujan Darah yang membasahi bumi

SELAMATKAN PALESTIN!
Jangan biarkan istana mereka
Yang putih lagi suci
Menjadi istana yang kemerahan.

Saturday, June 5, 2010

Sekadar Nostalgia

Bermula halaman pertama
Dibuka tirai rancangan dan semangat
Moga hari yang mendatang
Bak bunga berseri lagi mengembang...

Bulan baru lembaran baru
Ia adalah sinar harapan
Semuanya penuh doa dan restu
Tiap kejadian dimamah dengan ketabahan
Agar tiada lagi kesilapan
Seperti dahulu kala...

Akan aku catatkan
Pada helai-helai harinya
Kaya dengan pengalaman yang matang
Disimpan peringatan untuk pengajaran
Detik-detik yang mendatang di saban hari
Semuanya pendakian
Yang bakal mendewasakan.

Si Lagenda

Ini malam,
membuatkan diriku diulit kelenaan
Melodi klasik membuka suara
Mengdendangkan irama muzik tanah air
Yang di karangi oleh seseorang 
Yang digelar Si Lagenda
Tan Sri Dr. P.Ramlee.

 
Tan Sri Dr. P.Ramlee

Al-Fatihah...
(22 March 1929–29 May 1973).

Friday, June 4, 2010

Epitaph

An old willow with hollow branches
slowly swayed his few high gright tendrils
and sang:


Love is a young green willow
shimmering at the bare wood's edge.